Showing posts with label insipirasi. Show all posts
Showing posts with label insipirasi. Show all posts

Sunday, June 28, 2015

Sebuah Essay Tentang Kepemimpinan

Sebuah Essay Tentang Kepemimpinan
Semua orang pasti memiliki sifat kepempinan walau hanya sedikit. Akan tetapi tidak semua orang bisa memiliki sifat pemimpin yang baik. Padahal dengan sifat kepemimpinan sangat dibutuhkan disetiap bidang untuk mendukung bidang itu berjalan baik dan lebih baik. Setiap orang memiliki kesempatan menjadi pemimpin tetapi hanya segelintir orang saja yang mau. Sering kita lihat di lingkungan kita,orang yang ditunjuk menjadi pemimpin akan menunjuk orang lain untuk menggantikannya atau malah menolak. Sehingga proses mencari pemimpin itu memakan waktu yang lama. Mungkin mereka tahu bahwa menjadi pemimpin itu berat dan harus menanggung beban. Bisakah kita bayangkan tak ada pemimpin dibidang yang kita geluti? Tentu akan sangat merepotkan.
Ada alasan-alasan seseorang menjadi pemimpin,alasan-alasan tersebut membuat kita mengikuti mereka entah dengan senang hati atau berat hati. Karena menjadi pemimpin yang baik membutuhkann proses yang lama. Tapi tak jarang kita melihat sifat kepemimpinan itu datang dengan sendirinya pada suatu individu yang masih kecil. Kepemimpinan yang seperti itu merupakan anugrah dari Sang Pencipta. Seseorang menjadi pemimpin karena memiliki alasan-alasan seperti:
a.       Jabatan
Seseorang menjadi pemimpin karena jabatan yang diterima dari orag yang memiliki jabatan yang lebih tinggi dari dia. Tetapi,orang yang menjadi pemimpin karena jabatan belum tentu memiliki kepemimpinan yang baik. Orang yang hanya menjadi pemimpin tipe ini,hanya sedikit orang yang menyukai dan mendukungnya. Saya pernah mendengar cerita tetang seorang kepala sekolah,orang ini merupakan tipe pemimpin yang hanya memiliki jabatan. Secara pasti saya tidak tahu hasil kerjanya,tapi anak buahnyalah yang selalu mengerjakan tugas-tugasnya sehingga rata-rata anak buahnya tidak menyukai beliau,bahkan warga sekitar tidak mendukung kerjanya hal ini kemudian mengefek dengan sedikitnya murid yang mendaftar di sekolah yang dia pimpin.
Seorang pemimpin yang seperti ini malah justru memperepot orang-orang disekitarnya. Pemimpin dengan tipe ini mungkin adalah orang yang tidak mengerti perintah dari atasan dan tidak tahu bagaimana memberi perintah pada bawahnya dengan baik
b.      Hubungan
Manusia menjadi pemimpin orang lain karena orang itu memiliki hubunngan baik dengan seseorang yang memiliki jabatan lebih tinggi dari dia.. misalnya disebuah perusahaan,anak dari pemilik perusahaan membutuhkan pekerjaan. Akhirnya orang tua anak itu mengangkat anaknya menjadi pemimpin bagian departement. Padahal anaknya itu belum memiliki soft skill yang cukup sehingga kerja bawahaannya menjadi kacau.
c.       Produksi/hasi
Pemimpin yang bekerja dan membuahkan hasil yang baik sampai akhir masa jabatannya akan dihormati dengan bawah,rekan serta pemimpinan. Misalnya,seorang kepala sekolah baru,bekerja di sebuah sekolah dasar dan bekerja keras membuat sekolah tersebut layak. Sekolah tersebut diperjuangkan hingga siswanya mendapat beasiswa,renovasi sekolah. Dan ketika kepala tersebut pindah kerja,sampai saat ini bawahannya masih menganggap orang tersebut sebagai atasannya.
d.      Mencetak pemimpin lainnya
Pemimpin yang sangat sulit ditemukan adalah pemimpin yang dapat mendidik orang lain untuk menjadi pemimpin. Semua orang mungkin bisa mendidik,akan tetapi tidak semua orang dapat mendidik pemimpin yang berkualitas
e.      Karismatik
Seorang pemimpin yang seperti ini sangat jarang sekali kita temui. Ini merupakan awan di atas awan pemimpin. Pemimpin yang seperti ini membutuhkan pengalaman yang tidak sedikit.
Pemimpin yang berkompeten bisa mengevakuasi pekerjaan dan menilai bawah yang mampu mengerjakan suatu pekerjaan. Seorang pemimpin juga harus bisa menjaga sopan santun,tidak peduli dengan bawah atau atasannya. Alahkan indahnya ketika kita menerima ucapan terima kasih dari pemimpin kita setelah mengerjakan tugas yang didapat.
Seorang pemimpin juga akan membangkitkan semangat kepada bawahnya dengan memberi kata-kata motivasi,membuat bawahanya mengembangkan hal-hal lama juga menumbuhakan ide-ide kreatif.
Dan ketika dunia berkata tidak padamu,katakan YA pada dirimu sendiri maka dunia akan melunak padamu.

Dapus

Newton, C. 2007. Nothing to Somethig. Baca.yogyakarta.

Semua ada sebabnya

Semua ada sebabnya
          Mendekati ujian akhir semester serta menjelang datangnya maba,terdapat oprec panitia untuk ppsmb semacam ospek. Kuberanikan diriku yang cukup pemalu dengan kegiatan yang masing menjadi sesuatu yang bukan rutinitasku. Aku mendaftarkan diri menjadi panitia di fakultas karena yang pertama oprec adalah di sana. Kupilih pemandu dan penegak kedisiplinan. Wawancara dilakukan oleh 5 orang. Secara normal wawancara yang pernah aku ikuti hanya terdiri dari seorang saja. Seperti biasa aku grogi tapi aku berusaha setenang mungkin tapi aku telah membuat suatu kesalahan besar. Saat simulasi maba baru,aku menyuruh mereka yang mewawancaraiku untuk push up kesalahan terfatal. Dan sehari setelah wawancara yang kuikuti,terdapat oprec bagi penegak kedisplinan. Dengan adanya wawancara dan oprec tambahan diluar jadwal,aku pun mulai pesimis lolos. Begitu tiba pengumuman oprec panitia fakultas.aku cek daftar panitia yang telah terbentuk dan ternyata aku GAGAL. Ini merupakan pukulan yang sedikit berat buatku,tahun kemarin aku mendaftar menjadi panitia fakultas dan gagal karena aku belum matang pemikiran serta kurangnya persiapan ditambah tahun kemarin aku menjadi panitia ppsmb universitas.
          Dengan kegagalan yang terjadi di fakultas untuk kedua kalinya,aku mendaftar panitia ppsmb universitas dengan berbekal pengalaman panitia ppsmb tahun sebelumnya. Sebuah kesalahan bagiku,tak mengecek jadwal wawancara sehingga wawancaraku mundur sehari. Bagiku kemunduran wawancara ini merupakan sebuah kesalahan. Aku berangkat wawancara dengan temanku. Wawancara panitia univ ini terbilang lebih lancar dari wawancara fakultas dan pewawancarapun seperti memberi tanda positif terhadap niatanku mengikuti kepanitiaan ini. Aku sangat yakin 100% ketrima dalam kepanitiaan ini. Tapi nasib berkata lain,aku tidak ketrima. Kekecewaan muncul dalam diriku,aku merenung dan menggali-gali kesalahanku dan mengulang kejadian yang telah terjadi saat wawancara itu dalam otakku. Aku pun menyadari sebuah kesalahku dalam wawancara. Dengan hati yang kecewa dan terpukul kuikhlaskan apa yang terjadi.
          Liburan semester tiba dan kuiisi dengan menonton film,membaca komik serta membaca buku. Kuhabiskan dengan kebosanan,aku tak bisa pergi kemana-mana dengan tak adanya uang akibat keuangan keluargaku yang sekarat hanya cukup untuk makan. Hingga Allah menunjukkan kenapa aku harus gagal dalam oprec kepanitiaan. Kakekku jatuh sakit dan terpaksa menginap di rumah sakit. Seluruh keluargaku bekerja dan sekolah tinggal aku yang free. Setiap pagi menjelang siang aku ke rumah sakit menungguinya hanya duduk membaca buku serta bermain game. Sejujurnya aku tak ingin menunggui beliau. Ruangan beliau berada di kelas 3 dan sungguh tak nyaman di ruangan itu akibat ada seorang kakek sakit jantung disebelah ruangan beliau yang menggerang entah saat kakek itu ingin buang air kecil atau pun sakit,pengunggu serta pengunjung yang menurutku cukup berisik di rumah sakit serta suara dengkuran kakekku sendiri saat tertidur tapi aku berusaha bersabar menghabiskan detik-detik waktu hingga tiba saatnya aku menjemput ibuku dan meninggalkan rumah sakit. Terkadang ketika menunggui kakek kesabaranku diuji dan hampir habis karena beliau meminta pulang,menyuruhku bertanya kepada perawat kapan boleh pulang atau bertanya kapan dokter datang sungguh hampir menghabiskan kesabaranku. Bagaimana mungkin kita bertanya kapan kakek kita boleh pulangkepada perawat dan mengharapkannya mengizinkan hal tersebut? Sebuah hal yang sia-sia bagiku,perawat bagiku tak punya hak mengizinkan pasien pulang dokterlah yang lebih berhak. Tapi tetap saja kuiikuti perintah beliau,sambil bersabar.
          Hari ketiga kakekku di rumah sakit,ayahku pulang setelah 2 hari menginap di hotel karena diklat. Kepulangan beliau disebabkan sakit dan beliau mendiagnosa terkena demam berdarah akibat wabah yang menjangkiti di dekat rumah sakit kakekku menginap. Atas saran pakheku,ayahku pun diperiksa di rumah sakit yang sama dengan kakekku. Pikiranku pun memikirkan hal terburuk,ayahku menginap di rumah sakit dan kakekku keluar di saat yang sama. Aku dan ibuku bergantian mengurus kepulangan kakek serta pemeriksaan ayahku dibantu dengan budhe dan pakdhe. Aku bersyukur memiliki pakdhe dan budhe yang selalu membantu disaat-saat kakekku sakit entah itu sakit yang sepele atau perlu tindakan serius. Walaupu kakekku bukan merupakan ayah bagi pakheku,pakdhe dan budhe memerlakukan kakekku seperti orang tuanya. Sungguh bantuan yang tak ternilai hanya Allahlah yang tahu balasan setimpal yang patut diberikan pada mereka. Hasil lab menunjukkan kadar trombosit serta darah lainnya normal sehingga dugaan demam berdarah terpatahkan sudah,Alhamdulillah ya Allah atas bantuanmu.

          Ayah serta kakekku dapat pulang pada hari yang sama sungguh suatu berkah. Setelah makan malam kuantarkan ayahku kembali ke hotel untuk menyelesaikan diklat beliau. Ditengah perjalanan aku dibisikkan oleh diriku sendiri,coba kalau ketrima jadi panitia ppsmb siapa yang mengurusi kakekmu? Dan akupun bersyukur sungguh-sungguh bersyukur aku tak menjadi panitia. Hari dimana kakekku masuk rumah sakit pada hari kedua dan ketiga merupakan hari ppsmb fakultas dan universitas. Aku dapat mengurusi kakekku ketika orang tuaku membanting tulang untuk membiayaiku serta biaya pengobatan beliau. Aku diingatkan oleh Allah dengan pelajaran yang telah kupetik beberapa bulan lalu,”ketika kita gagal akan suatu hal kesuksesan itu ada dibaliknya serta amanah yang lebih mulia menunggu kita di depan mata hanya saja belum terlihat karena belum waktunya dan aku tak perlu mengasihi dan menatap kegagalanku”